Isi Artikel
1. Aperture (Bukaan Diafragma)
• Pengertian: Bukaan pada lensa yang mengatur seberapa banyak cahaya masuk ke dalam kamera.
• Simbol: Ditulis dengan angka f (contoh: f/1.8, f/4, f/16).
• Cara kerja:
• Angka f kecil (misal f/1.8): Bukaan lensa sangat lebar, cahaya yang masuk banyak (foto lebih terang), dan menghasilkan latar belakang blur atau bokeh (depth of field sempit).
• Angka f besar (misal f/16): Bukaan lensa sangat sempit, cahaya yang masuk sedikit (foto lebih gelap), dan seluruh objek dari depan ke belakang tampak tajam (depth of field luas).
2. Shutter Speed (Kecepatan Rana)
• Pengertian: Durasi waktu saat tirai sensor kamera terbuka untuk menerima cahaya.
• Satuan: Detik atau pecahan detik (contoh: 1/500s, 1/60s, 2s).
• Cara kerja:
• Kecepatan tinggi (misal 1/1000s): Sensor terbuka sangat cepat, cahaya masuk sedikit, dan mampu membekukan gerakan objek yang bergerak cepat (seperti orang berlari).
• Kecepatan lambat (misal 2s): Sensor terbuka lebih lama, cahaya masuk banyak, tetapi rawan motion blur jika tangan bergetar sehingga butuh tripod.
3. ISO (Sensitivitas Sensor)
• Pengertian: Tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya.
• Angka: Nilai standar mulai dari 100, 200, 400, 800, hingga ribuan.
• Cara kerja:
• ISO rendah (misal 100–200): Sensor kurang sensitif, cahaya yang dihasilkan sedikit/gelap, tetapi gambar sangat tajam dan bersih dari bintik.
• ISO tinggi (misal 3200+): Sensor sangat sensitif, foto menjadi lebih terang di tempat gelap, tetapi memunculkan bintik atau noise pada gambar.
• Pengertian: Bukaan pada lensa yang mengatur seberapa banyak cahaya masuk ke dalam kamera.
• Simbol: Ditulis dengan angka f (contoh: f/1.8, f/4, f/16).
• Cara kerja:
• Angka f kecil (misal f/1.8): Bukaan lensa sangat lebar, cahaya yang masuk banyak (foto lebih terang), dan menghasilkan latar belakang blur atau bokeh (depth of field sempit).
• Angka f besar (misal f/16): Bukaan lensa sangat sempit, cahaya yang masuk sedikit (foto lebih gelap), dan seluruh objek dari depan ke belakang tampak tajam (depth of field luas).
2. Shutter Speed (Kecepatan Rana)
• Pengertian: Durasi waktu saat tirai sensor kamera terbuka untuk menerima cahaya.
• Satuan: Detik atau pecahan detik (contoh: 1/500s, 1/60s, 2s).
• Cara kerja:
• Kecepatan tinggi (misal 1/1000s): Sensor terbuka sangat cepat, cahaya masuk sedikit, dan mampu membekukan gerakan objek yang bergerak cepat (seperti orang berlari).
• Kecepatan lambat (misal 2s): Sensor terbuka lebih lama, cahaya masuk banyak, tetapi rawan motion blur jika tangan bergetar sehingga butuh tripod.
3. ISO (Sensitivitas Sensor)
• Pengertian: Tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya.
• Angka: Nilai standar mulai dari 100, 200, 400, 800, hingga ribuan.
• Cara kerja:
• ISO rendah (misal 100–200): Sensor kurang sensitif, cahaya yang dihasilkan sedikit/gelap, tetapi gambar sangat tajam dan bersih dari bintik.
• ISO tinggi (misal 3200+): Sensor sangat sensitif, foto menjadi lebih terang di tempat gelap, tetapi memunculkan bintik atau noise pada gambar.
Komentar (0)
Komentar akan tampil setelah ditinjau dan disetujui admin.
Silakan login atau buat akun untuk menulis komentar.
Login untuk berkomentarBelum ada komentar yang disetujui untuk artikel ini.